Promosi Doktor PPIE FEB UI Kaji Essays on Village Funds, Rural Economic Growth and Inequality in Indonesia

Promosi Doktor PPIE FEB UI Kaji Essays on Village Funds, Rural Economic Growth and Inequality in Indonesia

DEPOK – (17/2/2023) Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi (PPIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, menyelenggarakan sidang terbuka Promosi Doktor Nurlatifah, yang berlangsung di ruang 401-403, Gedung Pascasarjana FEB UI, Jumat (17/2).

Sidang Promosi Doktor ini diketuai oleh Prof. Nachrowi Djalal Nachrowi, Ph.D., dengan pembimbing Prof. Mohamad Ikhsan, Ph.D. (Promotor), Teguh Dartanto, Ph.D. (Ko-Promotor 1), Sudarno Sumarto, Ph.D. (Ko-Promotor 2). Selaku tim penguji, Diah Widyawati, Ph.D. (Ketua Penguji), dengan anggota terdiri dari Prof. Dr. Djoni Hartono, Rus’an Nasrudin, Ph.D., M. Halley Yudhistira, Ph.D., dan Prof. Ahmad Erani Yustika, Ph.D.

Pada sidang terbuka ini, Dr. Nurlatifah mengangkat disertasi yang berjudul Essays on Village Funds, Rural Economic Growth and Inequality in Indonesia. Promovenda Nurlatifah melakukan penelitian dengan menjelaskan pada tahun 2015, pemerintah Indonesia meluncurkan program Dana Desa dan memberikan skema ‘1-Desa-1-Miliar’ untuk setiap desa di Indonesia. Sebagai salah satu transfer antar pemerintah terbesar di dunia, Dana Desa bertujuan untuk mempercepat pembangunan pedesaan, mengurangi kemiskinan, dan mengatasi ketimpangan regional.

Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dampak Dana Desa terhadap kesejahteraan pedesaan dan ketimpangan wilayah di Indonesia. Studi ini menggunakan data cahaya malam sebagai proksi kesejahteraan pedesaan dan selanjutnya digunakan untuk mengukur ketimpangan regional. Dengan menggunakan Difference in Difference (DiD), Nurlatifah menemukan dampak positif dana desa terhadap pertumbuhan ekonomi di desa dalam jangka pendek. Dengan menggunakan Regression Discontinuity Design in Time (RDiT), studi ini menemukan dampak positif transfer Dana Desa terhadap pertumbuhan ekonomi di desa dalam jangka menengah.

Pengaruh dana desa yang paling besar terungkap di desa tertinggal, karena desa tertinggal tumbuh lebih cepat daripada desa maju. Hal ini menunjukkan indikasi awal konvergensi di level desa yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Sementara itu, studi ini menggunakan Instrumental Variables Regression untuk menguji efektivitas Dana Desa dalam mengurangi ketimpangan regional.

Studi ini mengungkapkan bahwa kenaikan 1% pada Dana Desa per kapita akan menurunkan Gini sebagai ukuran ketimpangan regional sekitar 0,176 (percentage point). Temuan ini memberikan bukti empiris yang kuat bahwa program Dana Desa tampaknya efektif dalam meningkatkan kesejahteraan pedesaan dan mengurangi ketimpangan regional.

Dewan Pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Nurlatifah lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan berhasil meraih gelar Doktor yang ke-137 Bidang Ilmu Ekonomi. Selamat kepada Dr. Nurlatifah!